Mencari Makna Hidup: Memahami Kebutuhan Emosional Setiap Orang

Mencari Makna Hidup: Memahami Kebutuhan Emosional Setiap Orang

Mencari makna hidup: memahami kebutuhan emosional setiap orang

Terkadang rasa hampa sering menghantui diri kita sepanjang hari, ditandai dengan munculnya rasa khawatir, cemas, tidak berdaya dan lain sebagainya.

Kadang kita merasa bingung sama apa yang kita lakukan sehari-hari, dan pada titik tertentu kita merasa hampa terhadap apa yang kita kerjakan selama ini.

Tanpa disadari, kita butuh menemukan makna dan arti hidup yang sesungguhnya.

Mungkin selama ini kita terlalu fokus sama dunia luar, sehingga kita terlena dengan diri kita sendiri. Kita terlalu sering mencari sumber kebahagiaan dari luar diri kita, padahal sumber kebahagiaan itu sebenarnya ada dalam diri kita.

Untuk mencari makna dan arti hidup supaya kita menemukan sumber kebahagiaan yaitu dengan memahami kebutuhan emosional diri kita sendiri.

Setiap orang punya emosi, seperti hasrat dan keinginan dalam dirinya. Barangkali itu merupakan pintu sumber kebahagiaan dalam diri kita.

Apapun yang kita lakukan selama hidup, tak lain dan tak bukan yaitu terdorong atas emosi yang ada dalam diri kita.

Kalo emosi itu tak terpenuhi, perasaan yang muncul antara lain frustrasi, sakit hati, merasa tidak puas dan banyak lagi perasaan-perasaan negatif yang ditimbulkan.

Berangkat dari kebutuhan emosional, supaya kita menemukan makna dan arti hidup, mari kita awali dengan memahami kebutuhan emosional dalam diri kita masing-masing.

Sebenarnya berkaitan sama kebutuhan emosional ini sudah dijelaskan oleh Abraham Maslow seorang profesor psikologi asal Amerika, yaitu teori Hierarki Kebutuhan.

Maslow menjabarkan delapan poin kebutuhan emosional dasar yang dibutuhkan setiap orang.

Pertama, yaitu keamanan. Kebutuhan emosional yang pertama adalah rasa aman. Dengan adanya rasa aman, setiap orang akan merasa lebih baik dan terlindungi dari bahaya yang mengancam. Lingkungan yang nyaman juga termasuk bagian dari rasa aman tanpa rasa takut sedikit pun. Lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Dengan melengkapi keamanan rumah contohnya, supaya tidak dicuri, termasuk dari bagian lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan sosial yaitu hubungannya sama orang lain seperti lingkungan pertemanan dan masyarakat luas, yang memang menjadi fitrah manusia untuk saling berkomunikasi satu sama lain.

Kedua, yaitu keinginan. Merupakan salah satu bentuk dari hasrat di dalam diri setiap orang, yang mana outputnya cenderung pada merasa utuh. Setiap orang tanpa disadari atau tidak, pasti perlu kekuatan untuk hidup mandiri dan punya cara menjalani hidupnya sendiri. Salah satu contoh bentuk keinginan yang umum berkaitan dengan kebutuhan emosional adalah setiap orang ingin berkomunikasi sama orang terdekat. Komunikasi ini bisa terjadi apabila setiap orang perlu mengendalikan sesuatu dengan berkomunikasi sesuai sama keinginannya.

Ketiga, adalah perhatian. Setiap orang pasti ingin diperhatikan. Saat ingin menyampaikan uneg-uneg sama orang terdekat contohnya, kita pasti ingin uneg-uneg dalam pikiran kita didengar dan diperhatikan oleh orang lain. Bisa dilihat dari orang yang lagi curhat, sebenarnya orang yang curhat itu hanya ingin didengar dan diperhatikan saja, bukan tujuan untuk mendapatkan feedback dari pendengarnya.

Keempat, yaitu kedekatan emosional. Sifat dasar manusia yaitu berkelompok dan berkomunikasi sama sesamanya. Komunikasi sama orang lain, seperti dalam hubungan persahabatan, cinta, komunitas atau kelompok, dan lain sebagainya itu merupakan wujud dari hasrat dalam diri setiap orang. Hasratnya adalah merasa diinginkan dan diterima oleh lingkungan sekitarnya, sehingga kebutuhan atas kedekatan emosional ini harus terpenuhi.

Kelima, yaitu privasi. Kita harus menyadari bahwa dalam diri kita perlu adanya ruang privasi. Bukan menjadi suatu tuntutan, ruang privasi memang jadi kebutuhan emosional dalam diri kita. Terkadang rasa hampa dalam kehidupan kita itu ditimbulkan dari kita sendiri, yaitu kurang memperhatikan diri sendiri. Kita kadang terlena mencari kebahagiaan dari luar diri kita sendiri. Sehingga kita melupakan momen untuk merenungkan kehidupan kita sendiri, dan dampaknya kita selalu bergantung pada dunia luar untuk mencari sumber kebahagiaan. Padahal, dengan adanya ruang privasi dalam diri kita itu bisa kita jadikan sebagai sumber kebahagiaan natural bagi diri sendiri.

Keenam, merasa menjadi bagian dari kelompok. Kebutuhan emosional ini gak jauh beda sama kebutuhan emosional nomor empat, yaitu kedekatan emosional sama orang lain. Menjadi bagian dari kelompok bisa membuat kita jauh lebih berkembang, persuasif, meningkatkan percaya diri, dan masih banyak mental positif yang diciptakan dari terpenuhinya kebutuhan emosional ini.

Ketujuh, perasaan mencapai sesuatu. Setiap orang pasti ingin mencapai sesuatu dalam hidupnya, biasanya yang paling umum untuk dicapai yaitu tentang pendidikan, karir atau pekerjaan dan status sosial. Kebutuhan emosional ini didorong atas harga diri yang ada dalam diri kita masing-masing, serta dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dipegang oleh setiap orang. Tapi kalo kebutuhan emosional ini gak tercapai, yang biasa dilakukan adalah mengkritik dan menyalahkan diri sendiri. Oleh karena itu, penting juga kebutuhan emosional ini terpenuhi.

Kedelapan, merasa bermakna dan berarti. Kebutuhan emosional ini bisa dibilang menjadi dasar kebutuhan emosional, karena dengan terpenuhinya kebutuhan ini, maka kehampaan dalam hidup dapat dihindari. Tapi sebaliknya, kalo kebutuhan emosional ini gak terpenuhi, imbasnya pasti hidup merasa hampa, alias hidup gini-gini aja gak ada progress.

Kalo saat ini hidupmu merasa hampa, gak ada makna dan arti hidup dalam dirimu..

Mungkin salah satu dari kebutuhan emosional dalam dirimu ada yang belum terpenuhi. Dengan menjabarkan poin-poin di atas, barangkali bisa kamu jadikan sebagai tolak ukur untuk mencari makna dan arti dalam kehidupanmu, sekaligus mencari sumber kebahagiaan dari dalam diri.

Salam dari Sahabatmu,

Introvert Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *